Kamis, 05 Juli 2012

Komunikasi Publik


 Komunikasi publik atau public communication kini menjadi kajian yang makin hangat dari waktu ke waktu. Menilik pada istilahnya, komunikasi publik merupakan salah satu jenis atau bentuk komunikasi itu sendiri. Perlu dibedakan pengertian antara komunikasi publik dengan komunikasi massa. Dari segi cakupannya, komunikasi publik lebih besar ketimbang komunikasi massa.

Komunikasi massa mengandung pengertian yang lebih spesifik yakni berkomunikasi melalui media massa atau communicating with media. Saluran komunikasi massa adalah media massa itu sendiri seperti suratkabar, majalah, website, radio, dan televisi. Adapun komunikasi publik jangkauannya lebih luas lagi. Selain menggunakan media massa, komunikasi publik juga menggunakan e-mail, blog, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, Yahoo Messengger, Handphone (SMS), dan medium lain yang bisa menjangkau khalayak luas/banyak seperti aksi demo, seminar, diskusi, dan sebagainya.

Dari segi teknis, komunikasi publik dikenal dengan banyak istilah, yaitu:
- Urusan publik (public affairs),
- Informasi publik (public information),
- Hubungan publik (public relation) atau humas (hubungan masyarakat).

Mengacu pada penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi publik merupakan kombinasi antara hubungan dengan media masa (media relations), jangkauan komunitas (community outreach), komunikasi krisis (crisis communication), relasi pelanggan (customer relations), perencanaan acara (event planning), komunikasi risiko (risk communication).

Komunikasi Publik adalah penyampaian pesan (message), berupa ide atau gagasan, informasi, ajakan, dan sebagainya kepada orang banyak. Sarananya, bisa media massa, bisa pula melalui orasi pada rapat umum atau aksi demonstrasi, blog, situs jejaring sosial, kolom komentar di website/blog, e-mail, milis, SMS, surat, surat pembaca, reklame, spanduk, atau apa pun yang bisa menjangkau publik. Jelasnya, komunikasi publik memerlukan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien.

Komunikasi publik dapat diakukan oleh siapa pun, dapat pula dilakukan oleh seorang komunikator publik profesional. Mereka yang termasuk komunikator publik profesional antara lain, manager dan staf PR/Humas, wartawan, penyiar radio, presenter, penyaji ramalan cuaca, dan sebagainya.

Dengan hadirnya kecanggihan teknologi komunikasi saat ini, banyak orang bisa melakukan komunikasi publik. Sekadar contoh, jika kita mengunggah sebuah komentar pada sebuah kolom komentar yang dapat diakses banyak orang, maka hal itu sudah termasuk dalam kategori komunikasi publik. Jika kita mengatakan sesuatu di ruang publik yang dapat diakses banyak orang, maka aktivitas komunikasi publik sudah terjadi. Ciri utama komunikasi publik adalah penyampaian pesan penting untuk diketahui publik atau biasa dikenal dengan informasi publik. Ini mengandung pengertian bahwa materi informasi publik adalah hal-hal yang menyangkut urusan publik (public affairs) dan diharapkan bisa menggugah reaksi dari banyak orang.

Ada tantangan besar agar bisa melakukan komunikasi publik secara baik dan benar. Pada tataran lembaga, biasanya urusan komunikasi publik ini dibebankan kepada bagian atau divisi public relation (PR). Untuk menjalankan tugasnya, PR harus mampu mengembangkan model komunikasi yang berkualitas. Ukuran kualitas di sini adalah kemampuan mengemas sebuah sistem pengelolaan informasi dan pengemasan informasi yang dibutuhkan publik secara akurat dan menarik. Sebab, dengan adanya informasi yang sesuai dengan kebutuhan publik maka kepuasan publik akan bisa tercapai, sementara dengan informasi yang berkualitas maka kredibilitas lembaga di mata publik juga makin meningkat.

Aktivitas komunikasi publik pada dasarnya berkaitan dengan tindakan sosialisasi dan pendidikan terhadap publik. Komunikasi publik, tidak hanya berlaku untuk publik luar melainkan juga untuk publik internal. Karena jika di antara publik internal tidak ada relasi yang harmonis, maka akan berdampak buruk terhadap citra organisasi. Kondisi tersebut justru memproduksi pesan negatif dan melahirkan citra negatif organisasi di mata publik.

Pada konteks ini, maka public relations harus bisa membentuk nilai-nilai, pemahaman, sikap-sikap, sampai perilaku dari publik agar sejalan dengan kebutuhan organisasi. Melalui pengemasan pesan-pesan komunikasi publik yang lebih banyak berisikan tentang apa dan siapa serta apa manfaat keberadaan organisasi. Pesan-pesan ini dapat dikomunikasikan melalui media massa atau media lain yang dipilih sesuai dengan target sasaran.

Faktor Penting
Ketika membicarakan pelayanan informasi kepada publik, maka bentuk kemasan yang menarik tetap merupakan suatu keharusan, betapa pun relatifnya definisi “menarik” itu yang tentunya akan bergeser pula sesuai tren pada masa tertentu. Di sisi lain, sejalan dengan situasi faktual saat ini, kewajiban lembaga pemerintah khususnya para praktisi public relations adalah mendukung penyebaran dan pemerataan informasi publik ke seluruh lapisan masyarakat.

Praktisi public relations atau petugas humas dapat mengarahkan unsur-unsur potensial agar dapat membentuk opini publik sesuai dengan citra yang diinginkan oleh organisasi. Bagaimanapun juga kita harus memahami bahwa opini publik dan citra organisasi tentu saja merupakan faktor penting yang menentukan sukses atau gagalnya aktivitas dan pelaksanaan program organisasi.

Ditulis oleh: Ariyanto RM
Trainer Qualified Training Centre Sumatera Barat

Tidak ada komentar: