Rabu, 04 Januari 2012

VISI DAN MISI CALON KETUA UMUM PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMADIYAH KOTA PADANG PANJANG PERIODE 2012 – 2013

IMM

"ARIYANTO.RM"
Calon Ketua Umum PC IMM Kota Padang Panjang
"Mari kita wujud Pembaharuan di IMM, menuju IMM Gemilang terbilang"

A. Gerakan Pemikir, Pendidik, Pembaharu

Co Gito Ergo Sum, begitulah kata descrates seorang pemikir yunani, saya berpikir oleh karena itu saya ada, berfikir merupakan landasan dasar bagi kita untuk menjadi manusia yang utuh. Dalam hal ini kita sama-sama mengetahui sebuah perbedaan orang yang berfikir dengan orang yang hanya diam. Orang yang berfikir telah membuktikan dalam sejarahnya akan diberi kedudukan yang lebih tinggi.

Hal ini pula yang seharusnya digunakan landasan IMM dalam bergerak, sebagai gerakan Islam. Islam pun tidak melepaskan diri dari pengajaran tentang hakekat berfikir yang begitu mendalam. Hampir dalam tiap surat dalam Al- Quran kita menjumpai kata ” ............Afalaa yatafakkaruun”

Tidak hanya itu, Sesepuh sekaligus pendiri Muhammadiyah K.H.Ahmad Dahlan pun mengajarkan kita tentang hakikat berfikir dengan pesan yang disampaikan beliau yang berbunyi : ” Manusia perlu dikumpulkan secara bersama-sama untuk memikir untuk apa mereka hidup, untuk apa mereka diciptakan, berfikir tentang kebenaran, menimbang-nimbang serta mencari-cari agar ia selamat dalam kehidupannya karena hidup hanya sekali, alangkah meruginya manusia jika hidup sekali ini sampai sia-sia”

Dari situlah berfikir merupakan sebuah landasan penting di dalam IMM agar IMM bisa bergerak kedepan dan lebih maju. Selama ini gerakan pemikiran inilah yang dirasa kurang, sehingga kelemahan dan kemandeganlah yang terjadi. Apalagi dalam tataran Pimpinan Cabang, gerakan pembaruan pemikiran Islam dirasa cukup penting untuk digalakkan sehingga umat Islam/kader akan menjadi umat yang cerdas, tanggap, dan tidak gagap.

Kedua, sebagai Pimpinan Cabang yang ada dalam lingkungan tentunya kedepannya harus ada sebuah komunikasi pedagogik, dalam hal ini pendidikan yang kita lakukan haruslah berusaha untuk mewujudkan pendidikan yang membebaskan atau pendidikan hadap masalah( Paulo Freire ).

Dengan seperti itu, maka timbullah kesadaran dari masing-masing kader untuk senantiasa mengaktualisasikan dirinya ke dalam IMM agar terjadi aktualisasi gerakan yang progresif. Dengan adanya komunikasi pedagogik yang kontinue, secara otomatis akan timbul transfer of knowledge, transfer of value, dan transfer of morality.

Ketiga, Pembaharu dengan adanya gerakan pembaruan maka akan terjadi perubahan dan bermunculan ide-ide segar, dan inovasi gerakan sehingga mendorong kader untuk senantiasa kreatif, inovatif,serta dinamis.

B. Filsafat Sebagai Landasan Gerakan

“Terus-menerus menanyakan adalah kunci pertama menuju kebijaksanaan. Lewat kesangsianlah kita menyelidiki, dan melalui penyelidikanlah kita menggapai kebenaran”( Peter Abelard 1079s/d 1142)

Dari sebuah kata-kata diatas kita akan memahami, bahwa filsafat akan sangat berperan penting dalam mencapai sebuah progresifitas gerakan. Dengan cara berfikir filsafat serta mempertanyakan maka kita akan belajar dan menemukan berbagai sebuah kesimpulan yang bijaksana.

Dari sesuatu yang bijaksana inilah kemudian kita bisa berfikir dan bertindak dengan benar. Dalam lingkungan pendidikan tentu kita juga akan menggunakan filsafat pendidikan. Sehingga cara pendidikan yang kita lakukan dalam menjalankan roda maupun program organisasi akan senantiasa berpacu pada landasan dan dasar yang benar-benar dipertimbangkan.

Dalam hal ini saya akan mengutip kata bijak dari Max Depree : ”Kita tidak dapat menjadi apa yang perlu kita capai,kalau kita tetap seperti apa adanya”. Dalam kata mutiara ini menjelaskan bahwa setiap kita mempunyai potensi masing-masing yang bisa kita kembangkan. Oleh karena itu, menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk senantiasa mencari dan mengembangkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan bakat kita.

Menjadi manusia yang utuh itulah yang menjadi tujuan kita selaku seorang kader. Untuk ke arah sana maka kesadaran individu dan kesadaran kolektif amat diperlukan. Yang terakhir, sebagai seorang kader tentunya kita harus mengembangkan sifat kemandirian pantang mengedepankan sikap mengharap-harap atau bergantung dengan financial atau apapun.

C. Arah dan Kebijakan Organisasi

Arah Gerakan Intelektual : Menuju Gerakan yang progresif

Disadari ataupun tidak, Pimpinan cabang adalah merupakan sekumpulan dari pimpinan komisariat bias dikatakan mempunyai basis massa yang cukup besar.oleh karena itu, sebagai Pimpinan cabang yang mempunyai masa yang cukup besar juga nantinya, PC dituntut untuk senantiasa mengembangkan kompetensi kualitas intelektualnya, untuk mendidik atau menjadi panutan di tingkat bawahan nantinya.

Supaya tidak terjadi obesitas gerakan, sehingga hanya terlihat banyak tanpa adanya kemampuan yang cukup nantinya. Untuk mengembangkan dan mewujudkan gerakan ini, diperlukan adanya budaya membaca, menulis, juga diskusi sehingga kader benar-benar tahu akan perkembangan kondisi yang ada di tataran bangsanya, masyarakatnya, kampus, juga lingkungan keorganisasiannya.

Wacana-wacana dasar tentang keagamaan hendaknya perlu diadakan sebuah evaluasi-evaluasi juga inovasi sehingga sebagai gerakan Islam atau dakwah tidak meninggalkan spirit keagamaannya yaitu sebagai ”Agama yang meletakkan rakyat tertindas sebagai pihak utama yang patut dilindungi, dibela, dan diperjuangkan ( Islam Kiri )”.

Disamping wacana tentang keagamaan, wacana pendidikan dan perkembangannya juga harus senantiasa di dalami juga difahami, karena hal ini merupakan pijakan awal kita sebagai kader intelektual.

Dengan memahami serta mendalami apa yang menjadi bidang studi kita, maka kita akan mampu menginterpretasikan dalam gerakan kita. Kemudian, wacana wacana umum, pengetahuan sosial juga harus kita kembangkan sebagai sebuah gerakan yang mengaku peduli terhadap kaum mustaadafin.

Kaum mustaadafin difahami tidak hanya kaum miskin saja, tetapi juga seseorang yang tertindas dalam pendidikan, misalnya kapitalisme dalam pendidikan yang melanda negeri ini, juga tidak menutup kemungkinan di kampus kita ini. Fenomena inilah yang harus senantiasa mendapat respon dari kita, seperti banyaknya kasus-kasus kesalahan sistemik, serta kebijakan pendidikan yang menindas serta kebijakan yang melenceng dari tujuan pendidikan.

Dengan demikian, gerakan progresif akan terwujud, dengan terciptanya suasana belajar yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menenteramkan. Dalam hal ini saya memaknai gerakan progresif sebagai gerakan yang membawa perubahan ke arah kemajuan yang kebih baik.


Visi

”Terwujudnya gerakan IMM sebagai gerakan intelektual yang mengabdi untuk kepentingan umat dengan tanpa meninggalkan pada spiritualitas Islam sebagai landasan gerakan”

Misi

”Liberalisasi kader serta pemberdayaan kader (empowerment) menuju kesadaran kolektif kolegial sehingga tercapai visi dan misi IMM”

Rencana dan program Strategis

• Penguatan wacana pendidikan, sosial ,ekonomi, politik, serta budaya, sehingga tercipta kader yang berwawasan luas dan intelek.

• Membangun pergerakan pimpinan yang bersifat kolegtif kolegial dan memberi kebebasan secara penuh (otonomi) terhadap bidang-bidang untuk mengurus bidangnya masing-masing yang sesuai dengan garapannya.

• Penguatan dan pendalaman ideologi gerakan dikalangan kader sebagai bentuk pendidikan ideologi ikatan. (Pimpinan Komisariat yang baru terbentuk) melalui diskusi atau pengkaderan yakni DAD

• Pengenalan ke-IMM-an yang sebesar-besarnya melaui sosialisasi kesekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota padang panjang (Buletin, Pamlet, Brosur) untuk mengenalkan IMM kepada calon-calon kader kedepan.

• Perekrutan anggota ke universitas-universitas melaui Masta IMM Se Universitas yang ada di kota padang panjang.

• Membentuk TIM penanggung jawab di masing-masing Universitas agar pergerakan lebih terarah dan lebih focus.

• Pembentukan Pimpinan Komisariat yang belum ada dan lebih memfokuskan pergerakan kader IMM di UMSB dan STAIN. Tanpa meninggalakn universitas lain.

• Penguatan dan pendalaman idiologi terhadap basis massa anggota yang baru terekrut untuk menciptakan kader-kader baru yang militan.

• Membangun jaringan (koordinasi) yang kuat baik itu intern Pimpinan, pimpinan Komisariat maupun ekstern organisasi untuk menambah pengalaman kader.

• Berpartisipasi dalam penguatan jejaring keorganisasian di tingkat PC (Steakholder) maupun DPD

• Individuasi kader, sehingga tercipta perwujudan tri kompetensi di setiap kader IMM

Penutup

”Dengan adanya landasan filosofis IMM PC padangpanjang, sebagai generasi pemikir,pendidik, serta pembaharu serta di dukung dengan adanya filsafat sebagi landasan gerakan diharapkan mampu mewujudkan gerakan intelektual IMM yang mengabdi pada kepentingan umat tanpa meninggalkan spiritualitas Islam sebagai spirit gerakan, dengan liberalisasi kader serta pemberdayaan sehingga tercapai visi dan misi IMM”


”Islam itu harus berani mengejar zaman, bukan seratus tahun, tapi seribu tahun Islam ketinggalan zaman, Kalau Islam tidak mampu buat mengejar seribu tahun itu,niscaya ia akan tetap hina dan mesum. Bukan kembali pada zaman kekhalifahan,tetapi lari ke muka,mengejar zaman – itulah satu-satunya jalan menuju gilang kembali” ( Soekarno )


Oleh :

ARIYANTO.RM
Calon Ketua Umum PC IMM Kota Padang Panjang Sumatera Barat

1 komentar:

amina.sholihah mengatakan...

Salaam,,, semoga bisa sharing,, saya calon ketua IMM PK TASIKMALAYA periode 2013-2014