Sabtu, 26 November 2011

10 penemuan Muslim



Bismillah …

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia”. [QS. Al-Baqarah (2): 117]

Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui”. [QS. al-Hijr (15): 86]

Sesungguhnya manusia hanyalah ‘meramu’ alam yang merupakan ciptaan Allah subhanahu wata’ala.
Berikut tercatat 10 penemuan muslim dalam peradaban manusia.
Disadur dari sumber salinya http://english.pravda.ru/science/tech/85999-Muslims-0

1. Kopi

Cerita berawal dari seorang Arab bernama Khalid yang menggembala kambing-kambingnya di wilayah bernama Kaffa, Ethiopia Selatan. Ia mencatat bahwa hewan-hewan peliharannya mejadi lebih lincah setelah memakan biji-bijian tertentu. Selanjutnya dia merebus biji-bijian tersebut menjadi sebuah kopi yang pertama. Untuk pertama kalinya tercatat minuman berbentuk serbuk yang diekspor dari Ethiopia ke Yaman, dimana para Sufi biasa meminumnya agar bisa terjaga sepanjang malam untuk beribadah pada waktu-waktu tertentu. Pada akhir abad ke-15, bubuk kopi telah mencapai Mekah dan Turki, dan selanjutnya merintis jalan hingga ke Venica pada tahun 1645. Kopi dibawa ke Inggris pada tahun 1652 oleh seorang berkebangsaan Turki bernama Pasqua Rosee [see detail more] yang pertama kali membuka kedai kopi di Lombard Street di kota London. Pengucapan qahwa (kopi dalam bahasa Arab) akhirnya menjadi kahve (dalam bahasa Turki), selanjutnya menjadi caffé (dalam bahasa Italia) dan akhirnya menjadi coffee (dalam bahasa Inggris).

2. Catur

Bentuk formasi permainan catur telah lama dimainkan oleh bangsa India kuno, tetapi kita ketahui bahwa permainan ini sendiri telah dikembangkan hingga menjadi formasi sekarang ini di Persia. Dari tempat inilah permainan ini menyebar ke arah barat hingga ke Eropa - yang pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Moor (Muslim) di Spanyol pada sekitar abad ke-10 - dan menyebar ke timur hingga ke Jepang. Perkataan ‘rook‘ (benteng dalam permainan) catur sendiri berasal dari bahasa Persia ‘rukh‘, yang berarti kereta perang [chariot].

3. Parasut

Ribuan tahun sebelum masa Wright bersaudara, seorang penyair, astronomer, musisi dan teknisi muslim bernama Abbas ibn Firnas telah membuat beberapa percobaan untuk membuat mesin terbang. Pada tahun 852, dia melompat dari menara Masjid Agung di Cordoba dengan menggunakan mantel/jubah longgar yang dikeraskan dengan kayu penopang. Dia berharap dapat meluncur seperti burung. Tapi ternyata tidak. Tetapi jubah yang dia pakai memperlambat dia jatuh, yang menjadi ide pertama adanya parasut, sehingga dia hanay sedikit terluka. Pada tahun 875, dalam usia 70 tahun, dengan menggunakan bulu-bulu elang dan sutera yang sudah disempurnakan, dia mencoba lagi, melompat dari sebuah gunung. Dia berhasil terbang pada ketinggian dan bertahan di udara selama sekitar 10 menit tetapi mengalami kecelakaan sewaktu mendarat, hal ini disebabkan dia tidak melengkapi peralatannya dengan ekor sehingga dapat berhenti ketika mendarat. Baghdad International Airport dan lubang pada bulan menggunakan nama akhirnya.

4. Sampo

Bersuci dan mandi merupakan bagian kelengkapan ibadah Muslim, yang mendasari keinginan mereka membuat ramuan sabun yang masih kita gunakan hingga hari ini. Bangsa Mesir kuno telah memiliki sejenis sabun, yang digunakan oleh bangsa Romawi yang menggunakannya lebih sebagai minyak rambut. Berbeda dengan bangsa Arab yang telah mencampur minyak nabati dengan sodium hydroxide dan wangi-wangian seperti minyak thyme (semacam tumbuhan untuk pengharum makanan). Salah satu karakteristik penyerangan dalam perang salib, terhadap lubang hidung ksatria Arab, yang tidak mereka bersihkan. Sampo diperkenalkan ke Inggris oleh seorang Muslim dengan membuka Mahomed’s Indian Vapour Baths di pinggir laut Brighton pada tahun 1759 dan diangkat sebagai Shampooing Surgeon untuk King George IV dan King William IV.

5. Baju Perang Baja

Quilting merupakan suatu metode menjahit atau mengikat dua lapisan kain dengan selapis sejenis nahan penyekat (isolosi) diantara keduanya. Belum terlalu jelas apakah ini pertama kali ditemukan sendiri oleh kaum Muslim atau diadopsi kaum Muslim dari India atau China. Tetapi yang pasmti bahwa ini datang ke wilayah barat melalui perang salib. Mereka melihat ini digunakan oleh ksatria Muslim, yang memakai baju jerami yang dilapisi dengan kain kampas/terpal untuk menggantikan baju baja. Sebagai bentuk perlindingan diri, ini membuktikan dapat memberikan pelrindungan yang efektif dibandingkan baju baja pasukan salib dan merupakan bentuk penyekatan (isolasi) yang efektif - dan ini menjadi industri rumahan pada musim dingin seperti di Inggris dan Belanda.

6. Ilmu Bedah

Ada banyak peralatan bedah modern mempunyai desain yang persis sama dengan peralatan yang digunakan oleh ahli bedah Muslim pada abad ke-10 yang bernama al-Zahrawi. Peralatan tersebut seperti pisau bedah, pemotong (gergaji) tulang, gunting tang, gunting halus untuk bedah mata dan ada sekitar 200 peralatan bedah yang telah al-Zahrawi temukan yang diakui oleh ilmu bedah modern. Al-Zahrawi juga yang menemukan sejenis tali/senar khusus (dari usus hewan) yang digunakan untuk menjahit jahitan dalam untuk operasi bedah yang akan ‘menyatu’ secara alami (al-Zahrawi menemukan ini ketika seekor monyet menelan tali senar kecapinya) dan ini juga diterapkan pada pembuatan kapsul obat. Pada abad ke-13, seorang dokter Muslim lainnya bernama Ibn Nafis telah menggambarkan dengan jelas proses sirkulasi darah, 300 tahun sebelum William Harvey menemukan ini [detail]. Dokter-dokter Muslim juga yang menemukan metode pembiusan dengan menggunakan campuran opium dan alkohol dan mengembangkan sejenis jarum berongga untuk membuang katarak pada mata, suatu teknik yang masih digunakan hingga hari ini.

7. Sup

Ali ibn Nafi, terkenal dengan sebutan Ziryab (Burang Hitam), berasal dari Iraq datang ke Cordoba pada abad ke-9 dan memperkenalkan konsep three-course meal - soup, berupa ikan atau daging, yang dilanjutkan dengan buah-buahan dan kacang-kacangan. Dia juga yang memperkenalkan gelas kristal.

8. Pembayaran dengan Cek

Cek modern sekarang berasal dari istilah Arab ‘saqq‘, suatu janji tertulis untuk membayar sejumlah barang ketika barang tersebut telah dikirim, untuk menghindari membawa sejumlah uang dalam jumlah besar ketika melintasi daerah yang berbahaya. Pada abad ke-9, para pengusaha Muslim dapat menguangkan cek mereka di China yang telah disetujui oleh bank mereka di Baghdad.

9. Roket dan Terpedo

Meskipun orang-orang China yang menemukan bubuk mesiu, dan menggunakannya untuk kembang api mereka, tetapi bangsa Arab yang mengembangkan metode pemurniannya dengan menggunakan potassium nitrate untuk keperluan militer. Perangkat bom buatan ksatria Muslim ini menakutkan bagi ksatria Salib. Menjelang abad ke-15 kaum Muslim telah berhasil menemukan roket, yang mereka sebut “self-moving and combusting egg” [telur mudah terbakar dan dapat bergerak sendiri], dan juga terpedo - sebuah bom berbentuk buah pear yang dapat bergerak sendiri dengan sejenis tombak pada bagian depan yang mengarahkan ke kapal-kapal musuh dan kemudian meledak.

10. Kincir Angin

Kincir angin ditemukan pada tahun 634 untuk kalifah bangsa Persia dan dimanfaatkan untuk menggiling jagung dan mengalirkan air untuk irigasi. Sebagian besar gurun di wilayah Arab, ketika musim kering datang, sumber energi yang tersedia hanya udara yang bertiup stabil dan searah selama berbulan-bulan. Penggilingan dilengkapi dengan enam atau dua belas layar yang diselimuti kain atau daun palem. Ini terjadi 500 tahun sebelum kincir angin pertama terlihat di benua Eropa. [infokito]

Wallahua’lam

Tidak ada komentar: