Saturday, November 26, 2011

Bayi Perempuan Asal Padang Jadi Penduduk ke-7 Miliar

img
Saptarina (dok. detikHealth)
Padang, Penduduk dunia berjumlah 7 miliar pada 31 Oktober 2011. Bayi perempuan asal Padang dipilih menjadi penduduk ke-7 miliar asal Indonesia. Bayi tersebut oleh Presiden SBY dinamai Saptarina Heriaty Andipertiwi. Sebelumnya Presiden juga telah menamai bayi lelaki asal Situbondo dengan nama Ahmad Saptaji Adibuwono.

Bayi ke-7 miliar versi Indonesia ini merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Herri Wiranto K dan Ibu Yona Sasra Yeni yang berasal Kelurahan Balai Nanduo kota Payakumbuah, Padang. Sang bayi Rina lahir pada 31 Oktober 2011 dengan berat 3,7 Kg dan tinggi 51 Cm.

"Ada rasa senang dan bangga karena nama anak saya diberikan oleh Presiden langsung. Awalnya ya tidak menyangka karena kan ada banyak bayi yang lahir pada hari itu, dan waktu itu diberitahunya lewat telpon," kata Yona (23 tahun) dan suaminya Herri (24 tahun).

Sebelumnya bayi Ahmad Saptaji Adibuwono, anak dari pasangan Bapak Aminullah dan Ibu Hulusinia, warga Dusun Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur sudah terlebih dahulu dinobatkan pada 23 November 2011 di Surabaya.

Nama dan sertifikat bagi bayi ke-7 miliar untuk kedua bayi ini diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun penyerahannya diwakili oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

"Ini sebagai peringatan bagi seluruh penduduk dunia untuk berhati-hati karena bumi tetap tapi penduduknya bertambah terus," ujar Kepala BKKBN Dr dr Sugiri Syarif, MPA dalam acara penyerahan piagam bayi ke-7 miliar di Hotel Pangeran Beach, Padang, Jumat (25/11/2011).

Sugiri menuturkan bahwa hal ini bukanlah peringatan suka cita seperti halnya ulang tahun tapi merupakan warning untuk tiap negara dan setiap negara di dunia memiliki cara tersendiri untuk memperingatinya.

"Peringatannya melalui pemberian nama karena lebih bermakna dibandingkan dengan uang dan bersifat langgeng, karena nama sangat berarti," ujar Sugiri.

Sugiri menjelaskan dalam pemilihan bayi ke-7 miliar ini dilakukan secara acak. Sebelumnya telah didata ibu hamil yang diperkirakan akan lahir pada tanggal 31 Oktober 2011 disetiap kabupaten. Dari ibu hamil itu ada yang lahir maju, mundur dan pas pada hari itu.

"Kita monitor data dari pendataan keluarga dan diketahui ada 10.000 bayi yang lahir tanggal 31 Oktober 2011, dari jumlah tersebut kita catat dan dipilih secara acak hingga didapatkan kedua bayi itu," ungkapnya.

Sementara itu Menko Kesra Agung Laksono mengungkapkan saat ini pertumbuhan penduduk di Indonesia tergolong tinggi yaitu sebesar 1,49 persen.

"Selama angkanya masih di atas 1 persen maka itu termasuk tinggi, untuk itu ada program revitalisasi KB dalam upaya pengendalian penduduk dan menggalakkan KB," Agung Laksono

No comments: